BANNER TERKAIT
Petunjuk Teknis
JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut Anda tentang Pendataan Berbasis Online ?
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
  Lihat
PENGUNJUNG SITUS
  Visitors : 2481329 visitors
  Hits : 10299 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
::Support Online::

nurjolis    s3tiawan80
AGENDA KEGIATAN
01 November 2014
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6

Kurikulum 2013, Buku Sekolah Gratis, Tanpa Ada Pungutan Bayaran

Tanggal : 03/20/2013, 16:11:42, dibaca 1460 kali.
JAKARTA - Berbagai rencana perubahan sistem pendidikan nasional (sisdiknas) tertuang dalam kurikulum 2013 Rencananya, pemerintah akan mengurangi jumlah mata pelajaran, mengedepankan pendidikan karakter, mewajibkan Pramuka sebagai kegiatan Exco di sekolah, hingga menggratiskan buku pelajaran.

Dari kesemuanya, hal yang paling disambut baik para siswa adalah rencana buku pelajaran gratis. Siswi SMKN 38 Tanah Abang, Jakarta Pusat, Elsa Sara misalnya, sangat antusias dengan rencana ini.

"Tidak ada lagi alasan bagi para anak-anak Indonesia tidak belajar. Jadi rakyat miskin pun bisa belajar dengan buku-buku gratis itu," kata Elsa , Selasa (19/3/2013).

Teman sekolah Elsa, Minggus Unedo juga merasakan antusiasme yang sama. Pasalnya, selama ini buku pelajaran gratis dari pemerintah sangat terbatas, jadi tidak semua siswa mendapatkannya.

"Kalau bisa semuanya dapat, satu pelajar dapat satu buku per pelajaran," imbuh Adhan.

Rencana pemberian buku gratis bagi siswa Indonesia ini ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh pada sosialisasi kurikulum 2013 kepada para stakeholder pendidikan di Bandung akhir pekan lalu. Mendikbud menjamin, tidak akan ada buku yang diperjualbelikan. Nantinya, para murid akan langsung menerima buku pelajarannya secara cuma-cuma.

Orangtua siswa pun tidak akan direpotkan dengan membeli buku saat menyekolahkan anaknya nanti. Mendikbud menambahkan, buku tersebut nantinya harus dikirim sampai ke sekolah dan bukan sampai di dinas saja.

"Karena kalau buku dikirim sampai di dinas, dikhawatirkan nanti bisa jadi ada biaya pengiriman dari dinas ke sekolah. Maka nanti ada biaya di situ ditarik ke murid," tutur Nuh. Sumber berita www.eramuslim.com

Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas

DIHIMBAU BAGI KEPALA SEKOLAH SMA/SMK/SMLB UNTUK SEGERA MENGUPDATE DATA SEKOLAH MASING-MASING KE SITUS PENDATAAN DIKMEN KARENA AKAN DIJADIKAN DASAR PENERBITAN NOMOR PESERTA UN, PENYALURAN BANTUAN BOS, BSM, SARPRAS DAN BANTUAN LAINNYA, TELP DITJEN DIKMEN 021 - 57955141